Minggu, 25 November 2012

Eksplanasi Ilmiah dan Eksplanasi Pedagogik



2.1  Pengertian Eksplanasi Ilmiah dan Eksplanasi Pedagogi
            Eksplanasi, yaitu menjelaskan atau memberikan pemahaman tentang fenomena yang termasuk ke dalam ruang lingkup pembahasannya. Untuk diperlukan konsep-konsep, proposisi-proposisi mulai dari yang bercorak generalisasi empirik sampai dalil dan hukum-hukum yang mantap, data dan informasi mengenai hasil penelitian lapangan yang actual, baik dari lingkungan sendiri maupun dari lingkungan lain, serta informasi tentang masalah dan tantangan yang dihadapi. Dengan informasi yang lengkap dan akurat, komunikan akan memperoleh pemahaman dan wawasan yang baik dan akan dapat menafsirkan fenomena-fenomena yang dihadapi secara akurat. Penjelasan-penjelasan itu bisa disampaikan melalui berbagai media komunikasi. Eksplanasi ilmiah merupakan salah satu jenis eksplanasi di antara berbagai eksplanasi yang lain seperti misalnya mitologis, religius, ideologis) (Copi, 1978: 461). Eksplanasi itu menjawab pertanyaan “mengapa”, dapat dikemukakan dengan berbagai cara yang berbeda yang akan menghasilkan eksplanasi yang berbeda pula. Eksplanasi itu menetapkan hubungan ketergantungan antara proposisi yang secara superfisial tidak berhubungan. Eksplanasi secara sistematis menunjukkan hubungan antara berbagai butir informasi yang nampak beragam (Dougherty, dalam Wijaya, 1999: 16). Eksplanasi sampai tingkatan tertentu adalah mirip dengan inferensi (kesimpulan), karena keduanya diturunkan dari berbagai premis yang mendahuluinya. Sejauh premisnya berisi hukum umum maka yang dieksplanasikan kebenarannya akan bersifat niscaya, namun jika tidak didasarkan pada hukum umum maka inferensi atau pun sesuatu yang dieksplanasikan derivat kebenarannya hanya akan bersifat probabilistik. Sains adalah hasil observasi atau penelitian yang terkoordinasi, terstruktur, dan sistematis terhadap peristiwa alam yang dilakukan oleh seorang saintis (ilmuwan). Hasil penelitian para ilmuwan biasanya dikomunikasikan dan didiskusikan  diantara para ilmuwan yang menekuni bidang yang sama. Eksplanasi para ilmuwan ini disebut eksplanasi ilmiah. Jadi, eksplanasi ilmiah adalah eksplanasi yang disampaikan oleh para ilmuwan.
            Pendidikan adalah ilmu terapan yang melibatkan psikologi, pedagogi dan sosiologi. Istilah pedagogue muncul pada zaman Yunani dan Romawi kuno, istilah ini diberikan pada seorang wanita yang bertugas mengasuh dan mendidik anak. Istilah ini kemudian diperluas untuk seseorang yang memiliki keahlian mengajar. Pedagogik merupakan ilmu yang mengkaji bagaimana membimbing anak, bagaimana sebaiknya pendidik berhadapan dengan anak didik, apa tugas pendidik dalam mendidik anak, apa yang menjadi tujuan mendidik anak. Jadi, eksplanasi pedagogi adalah eksplanasi yang disampaikan oleh pendidik berupa hasil penelitian ilmiah para ilmuwan yang telah disesuaikan dengan perkembangan intelektual peserta didik.

2.2  Fungsi Eksplanasi Ilmiah dan Eksplanasi Pedagogi
            Fungsi eksplanasi ilmiah adalah Sebagai sarana bagi para ilmuwan untuk mempublikasikan penemuannya. Ilmuwan dengan ekplanasi ilmiahnya mengkomunikasikan hasil temuannya pada rekan sejawat sesama ilmuwan, kemudian ia pun membuat sebuah subject matter (bisa berupa buku atau publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal, makalah, dll). Subject matter inilah yang akan diajarkan kepada siswa di sekolah, agar subject matter ini mudah dipahami oleh siswa (accessible) dan mudah diajarkan oleh guru (teacheable), subject matter dengan ekplanasi ilmiah harus ditransfer terlebih dahulu menjadi ekplanasi pedagogi.




Fungsi eksplanasi pedagogi adalah mempermudah bagi peserta didik untuk memahami pengetahuan-pengetahuan yang bersifat ilmiah. Ada keistimewaan dalam penelitian pendidikan sains, keistimewaan ini dikarenakan pendidikan sains merupakan suatu ekplanasi pedagogi yang diberikan pengajar/penulis buku pelajaran kepada pembelajar berdasarkan kepada ekplanasi ilmiah para ilmuwan. Persoalan dalam pendidikan sains dan juga tugas dari guru/pembuat buku sains adalah bagaimana ekplanasi ilmiah para ilmuwan dapat dipahami dengan mudah oleh para siswa. Inilah yang acapkali jadi masalah, “konsep-konsep yang dikemukan ilmuwan terlalu abstrak sehingga siswa pun sulit memahaminya”.
            Ekplanasi pedagogi menggabungkan ilmu pedagogi dan ilmu psikologi, sehingga subject matter sesuai dengan tingkat keterampilan berpikir siswa. Prasyarat utama yang harus diperhatikan oleh guru adalah ”ekplanasi pedagogi tidak bertentangan dengan ekplanasi ilmiah”. Jadi seorang guru harus menguasai materi yang diajarkan dengan baik melalui penyerapan terhadap materi yang dikemukakan oleh ilmuwan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendidikan sains adalah upaya mengajarkan/ membelajarkan sains di sekolah. Pendidikan sains ini secara epistimologi berada dalam wilayah pendidikan.
2.3  Perbedaan Eksplanasi Ilmiah dan Eksplanasi Pedagogi
No.
Hal
Eksplanasi Ilmiah
Eksplanasi Pedagogi
1.
Subjek yang menyampaikan
Peneliti / Ilmuwan / Saintis
Pendidik
2.
Paradigma yang digunakan
Paradigma positivistik.
Paradigma ini memandang bahwa kebenaran diperoleh setelah hipotesis diverifikasi melalui eksperimen.
Paradigma naturalistik.
Paradigma ini memandang bahwa kebenaran diperoleh melalui observasi atau penelitian terhadap fenomena di lapangan (studi lapangan).
3.
Objek yang diteliti
Fenomena alam yang dipandang sebagai fragmen-fragmen yang dapat diisolasi dari lingkungannya. Yang diteliti disebut objek penelitian dan tidak ada saling ketergantungan
Persoalan manusia di masyarakat (termasuk komunitas pembelajaran di sekolah) yang bersifat mutltikausal dan kompleks. Yang diteliti disebut subyek penelitian bukan obyek penelitian.
4.
Metode penelitian
Kuantitatif dengan eksperimen di laboratorium
Kuantitatif tidak selalu harus eksperimen atau kualitatif

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar