Minggu, 25 November 2012

Penurunan Struktur Makro dan Struktur Mikro Teks



A.           PENGERTIAN

Proporsi mikro diturunkan langsung dalam bentuk teks dasar sedangkan proporsi makro diturunkan dari beberapa proporsi mikro yang telah diturunkan sebelumnya. Penurunan proporsi mikro dan proporsi makro mengikuti tiga aturan makro (siregar, 1995) yang terdiri atas.
a.         Penghapusan, dilakukan terhadap proporsi mikro atau beberapa proporsi makro yang tidak diperlukan dalam menginterprestaskan teks.
b.        Generalisasi, suatu proporsi dapat diturunkan dari proporsi tertentu yang menjadi acuan melalui generalisasi sehingga dihasilkan proporsi makro yang bersifat umum.
c.         Konstruksi, beberapa proporsi dapat membangun suatu proporsi baru melalui atura konstruksi sehinggan diperoleh proporsi makro yang dibangun dari beberapa proporsi makro.

Aturan makro untuk menurunkan proporsi makro dari suatu teks dapat bersifat rekursif. Proporsi yang dihasilkan dapat digunakan kembali sebgai unit untuk menurunkan proporsi makro yang lebih umum. Pengulangan ini dapat dilanjutkan hingga pada akhirnya diperoleh satu proporsi global.
Adapun dalam menurunkan struktur makro seluruh hasil penurunan proporsi makro dan  mikro yang dihasilkan dipetakan ke dalam struktur makro. Struktur makro merupakan keseluruhan organisasi proporsi yang dihasilkan merupakan jaringan kerja tema (representasi subek) yang berhubungan secara ordinat (hubungan ke atas), sub ordinat (hubungn ke bawah), dan koordinat (hubungan  mendatar). Struktur makro dialurkan menurut dimensi progresi dan elaborasi.

Jika tindakan pengajar menginformasikan (informing), biasanya untuk memulai pelajaran, maka target materi-subyek adalah konten dan respon yang diinginkan dari pembelajar adalah intelligible. Selanjutnya, jika tindakan pengajar berupa menggali materi-subyek lebih dalam (eliciting) maka target yang dikehendaki adalah substansi dan respon yang diharapkan adalah plausible. Jika kegiatan sampai pada tahap memapankan dimana pengajar mengarahkan (directing) maka targetnya adalah sintaktikal dengan harapan menjadi berguna (fruitful) bagi siswa. Tiga komponen intelligible, plausible, dan fruitful merupakan kriteria accessible dalam proses belajar-mengajar. Intelligible berarti mater-subyek dapat dipahami atau dimengerti pembelajar karena pengetahuan dihihat terpadu dan mempunyai konsistensi internal. Plausible artinya pengetahuan dapat dipahami atau dimengerti pembelajar karena sesuai dengan pengalaman yang mereka miliki. Sedangkan fruitful bermakna sesuatu dapat dipahami/dimngerti karena dapat digunakan atau mempunyai nilai lebih.
            Siregar lebih lanjut menyatakan bahwa interaksi komponen-komponen itu berlangsung berdasarkan hubungan ketergantungan yang saling menguntungkan dengan melihat setiap komponen sebagai kewenangan wacana menurut posisinya masing-masing. Dlam hal ini aspek materi-subyek dibagi menjadi:
1.      aspek konten, mencakup fakta dan konsep dalam disiplin ilmu melalui motif deskripsi dan definisi.
2.      aspek substansi, mengendalikan pengorganisasian konten melalui aturan, hukum, kriteria dan sebagainya.
3.      aspek sintaktikal, mengendalikan bagaimana pengorganisasian konten dilaksanakan dengan menggunakan keterampilan intelektual untuk mengembangkan suatu eksplanasi.



C.                 ANALISIS STRUKTUR-DALAM TEKS HIPERTEKS
Setelah melakukan analisis permukaan berupa analisis struktur-luar sample hiperteks maka dilakukan analisis struktur-dalam terhadap teks sample hiperteks tersebut. Dasar prosedur analisis hiperteks bergantung kepada bagimana menurunkan struktur makro suatu teks. Untuk melakukan analisis ini, proses dibagi ke dalam tiga tahap, yaitu pembentukan teks dasar atau penghalusan dasar teks, penurunan proposisi mikro dan makro, serta penyusunan struktur global dan makro masing-masing hiperteks. Khusus untuk hiperteks yang ditulis dalam bahasa Inggris terlebih dahulu dilakukan alih bahasa ke bahasa Indonesia. Hasil alih bahasa dikonsultasikan dengan dosen pembimbing untuk melihat kesahihannya. Namun, dengan pertimbangan bahwa tidak mungkin alih bahasa dilakukan sepenuhnya, maka dalam analisis, teks asli tetap digunakan sebagai pendamping teks terjemahan.
a.  Pembentukkan Teks Dasar
Pembentukkan teks dasar atau penghalusan teks adalah tindakan yang dilakukan untuk membersihkan teks dari alenia, kalimat, frase, atau kata, yang tidak mendukung proposisi yang lebih makro atau hal serupa yang berlebihan atau bersifat pengulangan serta menyempurnakan teks sehingga memenuhi kaidah bahasa yang benar dan mudah dimengerti. Tujuan pembentukan teks dasar adalah untuk memapankan makna agar penurunan proposisi selanjutnya dapat dijamin kesahihannya. Pembersihan dan penyempurnaan dapat dilakukan dengan syarat tidak mengurangi atau merubah makna teks aslinya. Tujuan utama pembentukkan teks dasar ini adalah untuk memudahkan analisis teks selanjutnya. Pembentukkan teks dasar berpedoman kepada kriteria ketepatan hubungan unit-unit wacana dan kejelasan struktur pengetahuan pada berbagai level, sebagaimana yang dikemukakan oleh Frederiksen (Siregar, 2000) dan Van Dijk & Kintsch (Siregar, 2000). Ketepatan merujuk kepada peristilahan yang tidak berlebihan dan tidak kurang dalam mengungkapkan aspek fenomena yang dibicarakan. Sedangkan kejelasan merujuk pada penggunaan verbal yang jelas hubungannya dengan predikat dalam mengendalikan suatu proposisi (Siregar, 2000). Kriteria ketepatan dan kejelasan ini dapat dicapai dengan penghapusan alenia, kalimat, frase, dan kata serta penyisipan kalimat, frase, kata, atau huruf. Dalam prakteknya penyisipan ini semakin penting untuk mengimbangi penghapusan yang dilakukan. Dlam proses penurunan teks dasar, alenia, kalimat, frase dan kata yang dihapus dibatasi dengan kurung krawal {...} sedangkan kalimat, frase, dan kata yang disisipkan dicetak dengan huruf miring.   
            Berdasarkan teori diatas dilakukan penghapusan teks terhadap masing-masing sample hiperteks. Cuplikan proses penghalusan teks dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Contoh Proses Penghalusan Teks
Teks Asli
Proses Pengahlusan Teks
Teks Dasar
Kinematika adalah suatu studi tentang bagaimana sesuatu bergerak. Disini, kita tertarik terhadap gerak benda normal didunia kita. Benda normal adalah dapat dilihat, memiliki batas, dan memiliki lokasi sehingga dapat dinyatakan dalam koordinat (x, y, z). Kita tidak mendiskusikan gerak partikel atom atau cahaya.
Kita akan membuat perbendaharaan kata dan kumpulan metoda matematika yang akan mendeskripsikan gerak ini. Perlu dipahami bahwa kita hanya akan mengembangkan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan gerak disini. Kita tidak akan konsern dengan apa yang me-nyebabkan benda merubah geraknya, atau lebih tepatnya, momentumnya. Dengan kata lain, dalam topik ini kita tidak konsern dengan aksi gaya
Kinematika adalah suatu studi tentang bagaimana benda {sesuatu} bergerak. {Disini, kita hanya tertarik terhadap gerak benda normal, yaitu {di dunia kita}. Benda {normal adalah} yang dapat dilihat, memiliki batas, dan memiliki lokasi sehingga dapat dinyatakan dalam koordinat (x, y, z). {Kita tidak mendiskusikan gerak partikel atom atau cahaya.}
{Kita akan membuat perbendaharaan kata dan kumpulan metoda matematika yang akan mendeskripsikan gerak ini}. {Perlu dipahami bahwa kita hanya akan mengembangkan bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan gerak disini}. Kita tidak {akan} konsern dengan apa yang menyebabkan benda merubah geraknya, atau lebih tepatnya, momentumnya. Dengan kata lain, {dalam topik ini} kita tidak konsern dengan aksi gaya penyebab gerak.   
Kinematika adalah suatu studi tentang bagaimana benda bergerak. Disini kita hanya tertarik terhadap gerak benda normal, yaitu benda yang dapat dilihat, memiliki batas, dan memiliki lokasi sehingga dapat dinyatakan dalam koordinat (x, y, z).
Kita tidak konsern dengan apa yang me-nyebabkan benda merubah geraknya, atau lebih tepatnya, momentumnya. Dengan kata lain kita tidak konsern dengan aksi gaya.

b.  Penurunan Proposisi Mikro dan Makro
            Dari teks dasar dilakukan analisis untuk menurunkan proposisi mikro dan proposisi makro. Proposisi mikro langsung dibentuk dari teks dasar. Proposisi ini memiliki tingkat abstraksi paling rendah. Dari proposisi mikro ini ditarik proposisi yang lebih makro. Beberapa proposisi makro dapat menghasilkan proposisi lebih makro lagi yang disebut dengan proposisi utama. Proposisi makro dapat diturunkan berkali-kali sesuai dengan tingkat abstraksi yang diinginkan. Semakin tinggi proposisi makronya semakin tinggi tingkat abstraksinya. Dalam penelitian ini dilakukan tiga kali penurunan, yakni untuk pembentukan Makro I, Makro II, dan Makro Utama. Penempatannya dilakukan secara berurutan dalam tabel ”Analisis Proposisi Mikro Makro”. Lebih jelasnya, pada kolam pertama untuk Tindakan Wacana, kolam kedua untuk Teks Dasar, kolam ketiga untuk Proposisi Mikro, dan kolam keempat sampai keenam untuk Proposisi Makro I sampai Makro Utama.
            Penurunan proposisi mikro dan makro dilakukan dengan mengikuti aturan makro dari Dijk dan Kintsch (Siregar, 2000) yakni melalui proses penghapusan, generalisasi, dan konstruksi. Penghapusan dilakukan terhadap proposisi atau beberapa proposisi yang tidak diperlukan dalam menafsirkan teks.
Contoh Penghapusan Proposisi Mikro
Teks Dasar
Proposisi Mikro
Makro I
Makro II
Makro Utama
Percepatan serbasama secara tidak langsung menyatakan persamaan berguna berikut:
Pecepatan sebagai fungsi kecepatan dan waktu
Perpindahan sebagai fungsi kecepatan dan waktu
= area dibawa garis. (Gambar)

Iktisar persamaan-persamaan
52.  Percepatan serbasama memiliki beberapa persamaan berguna.
53.  Percepatan sebagai fungsi kecepatan dan waktu dinyatakan oleh
       
54.  Perpindahan sebagai fungsi kecepatan dan waktu
       
55.  Besarnya perpindahan sama dengan daerah di bawah kurva.
56.  Persamaan-persamaan kinematika dapat disimpulkan sebagai berikut:
       


Konsep
konsep kine-
matika
dapat
dihu-
bung-
kan
dalam
persa-
maan-
persa-
maan
ber-
guna

Mikro-mikro pada contoh di atas dapat dihapus semuanya karena bersifat pengulangan dari proposisi sebelumnya. Keberadaan mikro akhirnya terwakili pada makro utama yang memayungi mikro sejenis lainnya pada sub-topik tersebut.
            Pada proses generalisasi, suatu proposisi yang bersifat lebih umum diturunkan dari beberapa proposisi tertentu.
Contoh Generalisasi Proposisi
Teks Dasar
Proposisi Mikro
Proposisi Makro I
Proposisi Makro II
Dinamika adalah cabang fisika yang berkenaan dengan gerak benda dan hubungan antara gerak tersebut dengan konsep fisika lainnya.
Kinematika adalah bagian dari dinamika. Kita tertarik dengan deskripsi gerak, namun tidak konsern dengan penyebab gerak.
Galileo memainkan peran utama dalam meletakkan dasar-dasar kinematika sebagai mana kita temui sekarang. Diantara pekerjaannya:
Ÿ melakukan observasi astronomi dengan teleskop
Ÿ membuat bukti eksperimental untuk deskripsi gerak
Ÿ melakukan studi kuantitatif gerak
1.   Dinamika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda dan hubungan antara gerak tersebut dengan konsep fisika lainnya
2.   Kinematika adalah bagian dari dinamika
3.   Kinematika mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya.
4.   Galileo telah meletakkan dasar-dasar kinematika
1.   Dinamika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda dan hubungan-nya dengan konsep fisika lainnya
2.   Kinematika adalah bagian dari dinamika
3.   Kinematika mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya
Kinematika adalah cabang fisika yang mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya

Tiga proposisi Makro I dapat digeneralisasi menjadi satu Proposisi makro II. Disini kembali dapat dilihat penghapusan Proposisi Mikro ke-4 karena tidak mendukung analisis teks selanjutnya.
            Sedangkan pada proses konstruksi, sederetan proposisi diganti dengan proposisi baru yang tidak setara, yang dilakukan secara bertahap.


Contoh Rekonstruksi Proposisi
Teks Dasar
Proposisi Mikro
Makro I
Makro II
Makro Utama
Dua hubungan yang mendefinisikan bagaimana posisi, kecepatan, dan per-
cepatan berhubungan satu sama lain:
        
dan hubungan antara percepatan dan posisi:

Gerak Lurus Berubah Beraturan
Bentuk paling sederhana dari percepatan adalah
a = 0, yang kita kenal sebagai gerak lurus beraturan. Jika a = konstan, artinya kecepatan benda tidak tetap lagi, tapi berubah secara beraturan.
Gerak ini kita kenal sebagai gerak lurus berubah bera-turan. Hubungan antara percepatan dan kecepatan menjadi:
27.Hubungan yang mendefinisikan bagaimana posisi, kecepatan, dan percepatan berhubungan satu sama lain:
      
28.Hubungan antara percepatan dan posisi:
   
29.Bentuk paling sederhana dari percepatan adalah a = 0, yang kita kenal sebagai gerak lurus beraturan.
30.Jika a = konstan, artinya kecepatan benda tidak tetap lagi, tapi berubah secara beraturan.
31.Gerak ini kita kenal sebagai gerak lurus berubah beraturan.
32.Hubungan antara percepatan dan kecepatan menjadi:
19.Posisi, kecepatan, dan perce-patan dihu-bungkan oleh persa-maan:  dan
20.Percepatan dan posisi dihubung-kan oleh:
21.Jika a = 0, benda bergerak lurus ber-aturan.
22.Jika a = konstan benda bergerak lurus berubah beraturan.
23.Hubungan percepatan dan kecepatan menjadi:
    vt = at + vo
    Δv = at
10. Ada dua persa-maan yang meng-hubung-kan konsep posisi, kecepatan dan per-cepatan.
11. Konsep posisi dan per-cepatan dapat juga dihu-bungkan oleh satu persa-maan
12. Untuk a konstan hubung-an antara perce-patan dan kecepatan adalah:
      vt=at+vo
13. Hu-bungan konsep kinema-tika dapat dinyata-kan dalam persa-maan tak gantung waktu
Hubungan antara posisi, kecepatan dan percepat-an
c.  Penyusunan Struktur Global dan Struktur Makro
            Setelah melakukan analisis proposisi dilanjutkan dengan menyusun struktur global sampel. Struktur global selanjutnya dikembangkan menjadi struktur makro. Baik struktur global maupun struktur makro disusun langsung berdasarkan hasil penurunan proposisi mikro dan proposisi makro. Struktur global berfungsi untuk menyederhanakan materi ke dalam suatu struktur agar lebih memudahkan pemahaman oleh pembelajar. Penyederhanaan materi tergambar dari pengorganisasian materi berdasarkan dimensi progesi dan dimensi elaborasi. Penyusunan struktur global memperhatikan keterpaduan hubungan antar unit tema yaitu mengendalikan tinadakan makro dalam dimensi elaborasi dan dimensi progresi (Siregar, 2000). Struktur global dan struktur makro merujuk pada hubungan retorika dengan menjaga hubungan hirarkisnya. Penyusunan juga dilakukan dengan memperhatikan tindakan wacana, terutama pada struktur global.
            Dimensi progresi dan elaborasi semakin jelas kelihatan pada struktur makro. Dimensi progresi digambarkan dengan memperhatikan pengembangan wacana menurut tahapan dalam mengorganisasikan pengajaran. Pengembangan wacana tersebut dikendalikan oleh tujuan atau motif penyajian, artinya dimensi progresi dikembangkan menurut alur dari konsep yang sederhana menuju konsep yang lebih tinggi atau menuju konsep yang lebih kompleks. Sedangkan dimensi elaborasi menghendaki keutuhan hubungan hirarki antara unit materi-subyek, artinya dimensi elaborasi dialurkan dari sifat abstrak menuju konkrit. Dimensi elaborasi memerankan dimensi organisasi, yang mengatur hubungan organisasi antara struktur makro dan struktur mikro. Menurut Siregar dkk (1994) penurunan struktur makro merujuk pada hubungan retorika yang diperankan oleh proposisi hasil analisis. Seluruh proposisi makro dan mikro yang dihasilkan dipetakan ke dalam struktur makro dengan menjaga hirarkinya.
Dari analisis terhadap proposisi mikro dan makro diperoleh struktur global dan struktur makro untuk ketiga sampel sebagai berikut. Pertama untuk Sampel I
STRUKTUR GLOBAL GELOMBANG BUNYI
 


STRUKTUR MAKRO KINEMATIKA SAMPEL I



 mendefinisikan




                                                             Dinamika adalah cabang físika yang mempelajari gerak benda
                                                              Kinematika adalah bagian dari dinamika
                                                              Kinematika mempelajari gerak dengan mengabaikan  penyebabnya

 menjelaskan





                                                               Posisi adalah konsep dasar pertama dinamika
                                                               Posisi didefinisikan berdasarkan kerangka referensial

  mendeskripsikan




                                                  
                                                                 Perpindahan adalah besaran vektor mengukur perubahan   posisi
                                                                 Perpindahan dihitung sepanjang sumbu x-y
                                                                 Satuan perpindahan meter



                                                  
                                                                 Jarak adalah besaran skalar
                                                                 Besarnya bisa sama dan tidak sama dengan besar perpindahan


menjelaskan




                                                                  Besaran vektor memiliki besar dan arah
                                                                  Vektor dapat digambarkan dengan anak panah
                                                                  Besaran skalar dinyatakan dengan besarmya saja


ANALISIS PROPOSISI MIKRO MAKRO KINEMATIKA SAMPEL I

TINDAKAN WACANA
TEKS DASAR
PROPOSISI MIKRO
PROPOSISI MAKRO I
PROPOSISI MAKRO II
PROPOSISI UTAMA
Memberikan definisi
Dinamika adalah cabang fisika yang berkenaan dengan gerak benda dan hubungan antara gerak tersebut dengan konsep fisika lainnya.
Kinematika adalah bagian dari dinamika.
Kita tertarik dengan deskripsi gerak, namun tidak konsern dengan penyebab gerak
Galileo memainkan peran utama dalam meletakkan dasar-dasar kinematika sebagai mana kita temui sekarang.
Diantara pekerjaannnya:
Ÿ melakukan observasi astronomi dengan teleskop
Ÿ membuat bukti eksperimental untuk deskripsi gerak
Ÿ melakukan studi kuantitatif gerak

1. Dinamika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda dan hubungan antara gerak tersebut dengan konsep fisika lainnya
2. Kinematika adalah bagian dari dinamika
3. Kinematika mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya.
4. Galileo telah meletakkan dasar-dasar kinematika
1. Dinamika adalah cabang fisika yang mempelajari gerak benda dan hubungannya dengan konsep fisika lainnya
2. Kinematika adalah bagian dari dinamika
3. Kinematika mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya
1. Kinematika adalah cabang fisika yang mempelajari tentang gerak dengan mengabaikan penyebabnya
Pendahuluan
Menjelaskan konsep posisi
Posisi adalah konsep dasar pertama dari dinamika.
Ia didefinisikan berdasarkan kerangka referensial.
Contoh: dalam sistem satu dimensi, dapat memilih gerak sepanjang sumbu x atau y.
xi: posisi awal, xf: posisi akhir,
Dx = xf – xi: perpindahan
5. Posisi aadalah konsep dasar pertama dari dinamika.
6. Posisi didefinisikan berdasarkan kerangka referensial.
4. Posisi didefinisikan berdasarkan kerangka referensial

Posisi benda didefinisikan berdasarkan kerangka referensial
Mendeskripsikan konsep perpindahan
Perpindahan mengukur perubahan posisi.
Ÿ  dinyatakan sebagai Δx (jika horizontal) atau Δy (jika vertikal)
Ÿ  satuan adalah meter (m) dalam SI, [sentimeter (cm) dalam cgs, atau feet (ft)]
Ÿ  perpindahan merupakan contoh paling sederhana besaran vektor: ia memiliki besar dan arah (+ atau -)
7. Perpidahan mengukur perubahan posisi
8. Perpindahan dinyatakan oleh Δx (horizontal) dan Δy (vertikal).
9. Satuan perpindahan adalah meter (m)
10.Perpindahan merupakan besaran vektor
5. Perpindahan adalah besaran vektor mengukur perubahan posisi
6. Perpindahan dihitung sepanjang sumbu x-y
7. Satuan perpindahan meter
2. Perpindahan adalah besaran vektor yang mengukur perubahan posisi
Jarak dan perpindahan adalah konsep yang berbeda
Membedakan jarak dan perpindahan
Jarak yang ditempuh, selalu berharga positif: Jarak adalah besaran skalar. Besarnya bisa, tapi tidak harus, sama dengan besar perpindahan Δx
11. Jarak adalah besaran skalar.
12. Besarnya bisa sama dan tidak sama dengan besar perpindahan
8. Jarak merupakan besaran skalar yang besarnya bisa sama dan tak sama dengan perpindahan
Jarak dan perpindahan adalah dua konsep yang berbeda

Menjelaskan besaran vektor











Membedakan antara vektor dan skalar

Menjelaskan konsep kecepatan rata-rata
Besaran vektor membutuhkan besar (ukuran) dan arah untuk menggambarkannya secara sempurna.
Cara menggambarkan vektor:
Ÿ  diwakili oleh anak panah, panjang anak panah sebanding dengan besar vektor.
Ÿ  kepala anak panah menunjukkan arah
Ÿ  biasanya dibuat dalam huruf tebal.
Besaran skalar cukup dinyatakan dengan besarnya saja.

Kecepatan rata-rata adalah kecepatan pada mana perpindahan terjadi
Arah kecepatan sama dengan arah perpindahan (rentang waktu selalu positif).
Ÿ  tanda + atau – cukup untuk gerak 1-dimensi.
Ÿ  Satuan kecepatan dalam SI adalah m/s.
13.  Besaran vektor membutuhkan besar (ukuran) dan arah.
14.  Vektor dapat digambarkan dengan sebuah anak panah dengan huruf tebal
15.  Panjang panah sebanding dengan besar vektor yang diwakilinya.
16.  Besaran skalar dinyatakan dengan besarnya saja
17.  Kecepatan rata-rata adalah kecepatan pada mana perpindahan terjadi
18.  Arah kecepatan sama dengan arah perpindahan
19.  Satuan kecepatan dalam SI adalah m/s.
20.  kecepatan rata-rata dirumuskan oleh
9.Besaran vektor membutuhkan besar (ukuran) dan arah
10.Vektor dapat digambar-kan dengan sebuah anak panah yang sebanding dengan besar vektor yang diwakilinya.
11. Besaran skalar dinyatakan dengan besarnya saja
12. Kecepatan rata-rata adalah kecepatan pada mana perpindahan terjadi
13. Kecepatan rata-rata searah perpindahan
3.Besaran vektor memiliki besar dan arah.
4.Besaran skalar dinyatakan dengan besarnya saja
Vektor dan skalar adalah dua besaran yang berbeda













Kecepatan rata-rata adalah kecepatan pada mana perpindahan terjadi.

2 komentar:

  1. Tulisannya sangat membantu saya, terima kasih ya ^^,
    However, menurut saya akan lebih baik kalau sumber referensinya juga dicantumkan. Jadi pembaca bisa merujuk sumber tersebut untuk penjelasan lebih lanjut.

    BalasHapus
  2. Such a big help for my thesis' progress.
    Boleh minta sumber yg d pake pas nulis ini ga? ky judul buku pengarang sama tahun. thanks.

    BalasHapus