Minggu, 25 November 2012

Supervisi Pendidikan



1.    PENGERTIAN SUPERVISI PENDIDIKAN
Administrasi dan supervise merupakan alat penunjang untuk mencapai sebuah tujuan pendidikan. Kegiatan administrasi dan supervise disekolah dilaksanakan secara menyeluruh, meliputi hal- hal yang berhubungan dengan kurikulum, murid. Sarana, prasarana dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Dari segi etimologi supervisi diambil dari kata super yang berarti mempunyai kelebihan tertentu, yang diartikan sebagai kelebihan dalam kedudukan, pangkat atau kualitas dan visi artinya melihat atau mengawasi. Jadi supervise adalah kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh seorang pejabat kepada bawahannya untuk melakukan tugas dan kewajiban dengan baik, sesuai dengan tugas yang telah ditentukan.
Pengertian supervisi menurut beberapa ahli, yaitu:
Ø Daresh (1989), mendefinisikan supervisi sebagai suatu proses mengawasi kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan organisasi.
Ø Wiles (1955) mendefinisikannya sebagai bantuan dalam pengembangan situasi belajar-mengajar.
Ø Sergiovanni dan Starratt (1979) berpendapat bahwa tugas utama supervisi adalah perbaikan situasi pengajaran.

Dari berbagai definisi tersebut, kelihatannya ada kesepakatan umum, bahwa kegiatan supervisi pengajaran ditunjukkan untuk perbaikan pengajaran. Perbaikan itu dilakukan melalui peningkatan kemampuan profesional guru dalam melaksanakan tugasnya. Sehinnga dapat dirumuskan pengertian supervisi secara sederhana, yaitu semua usaha yang dilakukan oleh supervisor untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki pengjaran.
Dalam kerangka keseluruhan kegiatan pendidikan di sekolah supervisi mempunyai kawasan tugas sebagai bagian dari kegiatansekolah itu secara keseluruhan yang langsung berhubungan dengan pengajar tetapi tidak langsung berhubungan dengan siswa.
Pengertian supervisi tidak dapat diartikan secara sempit sebagai proses untuk mengawasi dan usaha memperbaiki pengajaran yang berbatas di dalam ruang kelas, tetapi lebih luas dari itu. Proses pengajaran selalu terkait dengan semua kegiatan pendidikan di sekolah. Kegiatan supervisi bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar-mengajar. Kegiatan utamanya adalah membantu guru, tetapi dalam konteksnya yang luas menyangkut komponen sekolah yang lain karena guru juga terkait dengan komponen tata usaha, sarana, lingkungan sekolah, dan lain-lain. Sasaran supervisi dapat kita bedakan menjadi dua, yaitu yang berhubungan langsung dengan pengajaran dan yang berhubungan dengan pendukung pengajaran.








*    Prinsip dan Karakteristik Supervisi Pendidikan

Prinsip Supervisi Pendidikan
Masalah yang dihadapi dalam melaksanakan supervisi di lingkungan pendidikan ialah bagaimana cara mengubah pola pikir yang bersifat otokrat dan korektif menjadi sikap yang konstruktif dan kreatif. Suatu sikap yang menciptakan situasi dan relasi di mana guru merasa aman dan merasa diterima sebagai subjek yang dapat berkembang sendiri. Untuk itu, supervisi harus dilaksanakan berdasarkan data dan fakta yang objektif. Dengan demikian, maka prinsip supervisi yang dilaksanakan adalah (Sahertian: 2000: 19):

a.  Prinsip Ilmiah (scientific)
Prinsip ilmiah mengandung ciri-ciri sebagai berikut:
a)  Kegiatan supervisi dilaksanakan berdasarkan data objektif yang diperoleh dalam kenyataan pelaksanaan proses belajar mengajar.
b)  Untuk memperoleh data perlu diterapkan alat perekam data, seperti angket, observasi, wawancara, dan lain sebagainya.
c)  Setiap kegiatan supervisi dilaksanakan secara sistematis, berencana, dan kontinu.

b.   Prinsip Demokratis
Demokratis mengandung makna menjunjung tinggi harga diri dan martabat guru, bukan berdasarkan atasan dan bawahan tetapi berdasarkan rasa kesejawatan.

c.    Prinsip Kerja Sama
Mengembangkan usaha bersama menurut istilah supervisi adalah “sharing of idea, sharing of experience”, memberi support, mendorong, menstimulasi guru, sehingga merasa tumbuh bersama.

d.   Prinsip Konstruktif dan Kreatif
Setiap guru akan merasa termotivasi dalam mengembangkan potensi kreatifitas kalau supervisi mampu menciptakan suasana kerja yang menyenangkan, bukan melalui cara-cara menakutkan.

*    Karakteristik Supervisi Pendidikan

Supervisi yang dikembangkan memiliki karakteristik sebagai berikut:
a.       Adanya supervisor yang memberikan bantuan kepada guru untuk memperolehketerampilan menganalisa proses pembelajaran secara rasional berdasarkan hasil pengamatan.

b. Mempunyai fokus kegiatan, seperti:
·      Perbaikan cara mengajar dan bukan mengubah kepribadian guru.
·      Analisis yang konstruktif dan pemberian penguatan pada keberhasilan guru dalam mengajar, bukan mencela dan menghukum perilaku mengajar yang kurang baik.
·      Penunjukan hasil pengamatan, bukan penilaian yang tidak didukung oleh fakta nyata.

c.    Terlihat adanya proses yang berkesinambungan atas dasar pengalaman sebelumnya dalam kegiatan merencanakan, melaksanakan, dan menganalisis hasil pembelajaran.

d.  Supervisi dilakukan dengan pola pikir bahwa:
·      Guru memiliki kebebasan dan tanggung jawab untuk mengemukakan masalah yang dihadapi, menganalisa cara mengajar, dan melakukan tindakan perbaikan yang telah direncanakan.
·      Supervisor mempunyai kebebasan dan tanggung jawab untuk menganalisa dan mengevaluasi kegiatan supervisinya dengan cara yang sama ketika menganalisa dan mengevaluasi cara mengajar guru.


2.    TUJUAN DAN FUNGSI SUPERVISI PENDIDIKAN

*    Tujuan supervisi adalah mengembangkan situasi belajar- mengajar yang lebih baik melalui pembinaan dan peningkatan profesi mengajar. Adapun tujuan lain dari supervisi Pendidikan adalah :
a.    Meningkatkan efektifitas dan efisiensi belajar mengajar.
b.    Mengendalikan penyelenggaraan bidang teknis edukatif disekolah sesuai dengan ketentuan- ketentuan dan kebijakan yang telah ditetapkan
c.    Menjamin agar kegiatan sekolah berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga berjalan lancar dan memperoleh hasil yang optimal.
d.    Menilai keberhasilan sekolah dalam melaksanakan tugasnya
e.    Memberikan bimbingan langsung untuk memperbaiki kesalahan, kekurangan, dan kekhilafan serta membantu memecahkan masalah yang dihadapi sekolah, sehingga dapat dicegah kesalahan yang lebih jauh.

*    Fungsi Supervisi pendidikan
a.    Mengadakan penilaian terhadap pelaksanaan kurikulum dengan segala sarana dan prasarana
b.    Membantu serta guru dan kepala sekolah dengan cara memberikan petunjuk, penerangan dan pelatihan agar mereka dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan mengajarnya
c.    Membantu kepala sekolah/ guru untuk mengahdapi dan menyelesaikan masalah.

Supervise mempunyai beberapa fungsi, yang berkaitan antara satu dan yang lain, yaitu :
a.    Fungsi pelayanan (service activity) : kegiatan pelayanan untuk peningkatan profesional guru
b.    Fungsi penelitian : untuk memperoleh data yang objektif dan relevan, misalnya untuk menemukan han]mbatan belajar
c.    Fungsi kepemimpinan : usaha untuk memperoleh orang lain agar yang disupervisi dapat memecahkan sendiri maslaah yang sesuai dengan tanggung jawab profesionalnya.
d.    Fungsi manajemen : supervise dilakukan sebagai control atau pengarahan , sebagai aspek dari menejemen.



e.    Fungsi evaluasi : untuk megevaluasi hasil atau kemajuan yang diperoleh
f.   Fungsi supervise : sebagai bimbingan
g.    Fungsi supervise sebagai pendidikan dalam jabata (in service education) khususnya bagi guru muda atau siswa sekolah pendidikan guru.

3.    RUANG LINGKUP SUPERVISI

     Ruang lingkup supervise pendidikan di sekolah meliputi berbagai aspek kehidupans ekolah, khususnya yang berhubungan dengan penyelenggaraan proses belajar dan mengajar, senbagai implementasi kurikulum yang berlaku.
     Dengan demikian, program supervise meliputi penetilian dan pembinaan tentang :
*        Pelaksanaan kurikulum
             Program ini mengenai antara lain :
-   Pembagian tugas
-   Rencana kerja tahunan sekolah
-   Jadwal dan rencana kerja tahunan guru
-   Penerapan satuan pelajaran sebagai system, penyampaian pelajaran
-   Pelaksanaan proses belajar mengajar yang meliputi :
v Perumusan tujuan instruksional khusus dan tujuaj instruksional umu
v Cara mengorganisasi kegiatan belajar dan mengajr
v Perencanaan evaluasi belajar (harian, tenga semester, akhir semester dan EBTA)
-   Program bimbingan siswa

*        Ketenagaan
Program ini meluputi :
-   Kehadiran guru disekolah dan dikelas
-   Partisipasi guru dalam kegiatan kurikuler
-   Partisipasi guru dalam kegiatan kokurikuler
-   Partisipasi guru dalam penataran, lokakarya dan sebagainya

*        Ketatausahaan
Program ini meliputi :
-   Menilai dan meletiti administrasi tata usaha
-   Pelaksanaan usul kenaikan tingkat guru/ pegawai
-   Pelaksanaan kenaikan gaji berkala
-   Buku SPP/ otorisasi
-   Buku koperasi sekolah

*        Sarana dan prasarana pendidikan
Program ini melakukan penilaian dan penelitian tentang :
-   Penyelenggaraan dan keadaan serpustakaan sekolah
-   Penyelengaraan dan keadaan laboraturium
-   Pemeliharaan gedung, bangunan, dan halaman sekolah
-   Pengadaan dan penggunaan alat kantor dan perabot
-   Pengadaan dan penggunaan alat pengajaran
-   Pengadaan dan penggunaan material dan lain- lain



*        Hubungan sekolah dengan masyarakat
Program supervise ini menilai dan meneliti antara lain :
-   Bentuk dan sifat kerja sama antara sekolah dan masyarakat
-   Manfaat kerja sama dan segi negative yang mungkin ada
-   Pembinaan kerja sama
-   Efektivitas dan efisiensi kerja sama yang ada

4.    PELAKSANAAN SUPERVISI PENDIDIKAN

*    Tata Cara Pelaksanaan Supervisi Pendidikan
Kepala sekolah adalah komponen penting sebagai pelaksana dari supervisi pendidikan yang juga dibantu oleh wakil kepala sekolah itu sendiri sesuai dengan bidang tugasnya masing- masing. Selain itu tugas supervise ini juga dilakukan oleh pengawas dari Kanwil Depdikbud dengan pembantunya. Mereka adalah pejabat- pejabat Kanwil yang bertugas melakukan supervisi di sekolah. Adapun tata cara untuk melaksanakan supervisi pendidikan adalah :
a.       Supevisi hendaknya dilaksanakan dengan persiapan dan perencanaan yang sistematis.
b.      Supervisisor hendaknya memberitahukan kepada orang- orang yang bersangkutan tentang rencana supervisinya.
c.       Agar memperoleh data yang lengkap, supervisor hendaknya jangan hanya menggunakan satu macam teknik, seperti wawancara, observasi sekolah, kunjungan kelas dan sebagainya.
d.      Laporan hasil supervise hendakya dibuat rangkap, satu lembar untuk pejabat yang akan diberi laporan dan satu lembar lagi untuk sekolah yang disupervisi.
e.       Penilaian dalam supervise hendaknya dituangkan dalam format- format seperti checklist dan ratingscale.
f.       Penilaian masing- masing komponen/ kegiatan yang dititik beratkan dari beberapa aspeknya, agar dicari nilai rata- ratanya.
g.       Kemudian berdasarkan nilai semua komponen, dibuat rekapitulasi dari seluruh hasil penilaian mengenai sekolah yang bersangkutan.

*    Melaksanakan Supervisi Pembelajaran

A. Observasi kelas
Observasi kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran Karen dapat melihat kegiatan guru, murid dan masalah yang timbul.

1. Perencanaan
Kepala sekolah merencanakan dalam menyusun program dalam satu semester atau tahunan. Program tidak terlalu kaku, tergantung dari jumlah guru yang perlu di observasi. Ada tiga macam observasi yaitu dengan pemberitahuan, tanpa pemberitahuan, dan atas undangan.






2. Mekanisme Observasi
a. persiapan yang diperhatikan :
- guru diberi tahu kepala sekolah bahwa kepala sekolah akan mengadakan observasi.
- kesepakatan kepala sekolah dan guru tolak ukur tentang apa yang dioservasi

b. Sikap observasi didalam kelas
-  memberikan salam kepada guru yang mengajar
- mencari tempat duduk yang tidak mencolok
- tidak boleh menegur kesalahan guru di dalam kelas
- mencatat setiap kegiatan
- bila ada memakai alat elektronika : tape recorder, kemera
- mempersiapkan isian berupa check list

c.  Membicarakan hasil observasi
Hasil yang dicatat dibicarakan dengan guru, dan beberapa hal yang diperlu dikemukankan :
- Kepala sekolah mempersiapkan (bisa bertanya pada nara sumber atau perpustakaan)
-   Waktu percakapan
-   Tempat percakapan
-   Sikap ramah simpatik tidak memborong percakapan.
-   Percakapan hendaknya tidak keluar dari data observasi
-   Guru diberi kesempatan dialog dan mengeluarkan pendapat
- Kelamahan guru hendaknya menjadi motivasi guru dalam memperbaiki kelemahan
-   Saran untuk perbaikan diberikan yang mudah dan praktis
-   Kesepakatan perbaikan disepakati bersama dengan menyenangkan.
d. Laporan percakapan
- Hasil pembicaraan didokumenkan menurut masing-masing guru yang telah diobservasi
- Isi dokumen dimulai dari tanggal, tujuan data yang diperoleh, catatan diskusi, pemecahan masalah dan saran-saran.

B. Saling mengunjungi
Dalam kegiatan belajar mengajar sudah ada wadah dari kegiatan untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan pembelajaran guru-guru antara lain :
1. untuk tingkat SMP dan SMA adalah musyawarah guru mata pelajaran (MGMP)
2. untuk tingkat Sekolah Dasar adalah Pusat kegiatan guru (PKG)

C. Demonstrasi mengajar
Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah, sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik.

D. Supervisi klinis
Supervisi klinis termasuk bagian dari supervisi pengajaran. Perbedaannya dengan supervisi yang lain adalah prosedur pelaksanaannya ditekankan kepada mencari sebab-sebab atau kelemahan yang terjadi dalam proses pembelajaran dan kemudian langsung diusahkan perbaikan kekurangan dan kelemahan tersebut.

Pelaksanaan supervisi klinis menurut la sulo (1987), mengemukakan ciri-ciri supervisi sebagai berikut :
1.      Bimbingan supervisor kepada guru bersifat bantuan, bukan perintah atau instruksi.
2.      Kesepakatan antara guru dan supervisor tentang apa yang dikaji dan jenis keterampilan yang paling pointing (diskusi guru dengan supervisor).
3.      Instrument dikembangkan dan disepakati bersama antara guru dengan supervisor.
4.      Guru melakukan persiapan dengan aspek kelemahan-kelemahan yang akan diperbaiki. Bila perlu berlatih diluar sekolah.
5.      Pelaksanaannya seperti dalam teknik observasi kelas.
6.      Balikan diberikan dengan segera dan bersifat obyektif.
7.      Guru hendaknya dapat menganalisa penampilannya.
8.      Supervisor lebih banyak bertanya dan mendengarkan daripada memerintah atau mengarahkan.
9.      Supervisor dan guru dalam keadaam suasanan intim dan terbuka.
10.  Supervisor dapat digunakan untuk membentuk atau peningkatan dan perbaikan keterampilan pembelajaran

E. Kaji tindak
Fokus utama kajian tindak adalah mendorong para prektisi untuk meneliti dan terlibat dalam praktik penelitiannya sendiri. Hasil penelitiannya dipakai sendiri oleh peneliti dan orang lain yang membutuhkan.

Menurut Kemmi (1995), kaji tindak dirumuskan dalam empat tahap yaitu : tahap perencanaan, tahap aksi atau pelaksanaan tindakan, tahap pengamatan, tahap evaluasi danrefleksi/umpan balik.

Laporan hasil penelitian kaji tindak terdiri dari :
1.    gagasan umum
2.    perumusan masalah
3.    perencanaan penelitian kaji tindak
4.    pelaksanaan penelitian kaji tindak
5.    monitoring
6.    evaluasi dan refleksi
7.    saran dan rekomendasi.
8.      Tahap penysunan program supervisi.
9.      Program tersebut meliputi program tahunan dan program semester

10.  2. Tahap persiapan, yang perlu dipersiapkan ;
11.  a) Format/instrumen supervisi.
12.  b) Materi pembinaan/supervisi.
13.  c) Buku catatan .
14.  d) data supervisi/pembinaan sebelumnya.
15.  3. Tahap pelaksanaan : diarahkan pada sasaran yang  telah ditetapkan .
16.  4. Tahap tindak lanjut.
17.      Merupakan pembinaan dan perbaikan dari hasil  temuan pada saat supervisi.

5.    TEKNIK- TEKNIK SUPERVISI PENDIDIKAN

Supervisi dapat dilakukan dengan berbagai cara, dengan tujuan agar apa yang diharapkan bersama dapat menjadi kenyataan. Secara garis besar dapat digolongkan menjadi dua:

A.  Teknik Perseorangan (individual)
Yang dimaksud dengan Teknik Perseorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukakn antara lain:

a) Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation)
Yang dimaksud kunjungan kelas ialah sewaktu-waktu yang dilkukakn oleh supervisor untuk mengamati seorang guru yang sedang mengajar. Tujuannya untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar, apakah sudah memenuhi syarat-syarat didaktis atau metodik yang sesuai. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekiranya masih perlu diperbaiki.

b) Mengadakan kunjungan observasi (observation visits)
Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri (intranschool visits) atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain (interschool visits).

c) Membimbing guru-guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa dan atau mengatasi problema yang dialami siswa

d) Membimbing guru-guru dalam hal-hal yang berhubungan dengan perlaksanaan kurikulum sekolah. Antara lain:
- Menyusun Program Semester
- Menyusun atau membuat Program Satuan Pelajaran
- Mengorganisasi kegiatan-kegiatan pengelolaan kelas
- Melaksanakan teknik-teknik evaluasi pengajaran
- Menggunakan media dan sumber dalam proses belajar-mengajar
- Mengorganisasi kegiatan-kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler, study tour, dan sebagainya.




B.   Teknik Kelompok
Yang dimaksud dengan teknik-teknik yang bersifat kelompok ialah, teknik-teknik yang digunakan itu dilaksanakan bersama-sama oleh supervisor dengan sejumlah guru dalam satu kelompok. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain: Pertemuan Orientasi bagi Guru Baru (Orientation Meeting for New Teacher), Panitia Penyelenggara, Rapat Guru, Studi Kelompok Antarguru, Diskusi Sebagai Sebuah Proses, Tukar Menukar Pengalaman (Sharing of Experience), Lokakarya (Workshop), Diskusi Panel, Seminar, Simposium, Demonstrasi Mengajar (Demonstrating Teaching), Perpustakaan Jabatan, Buletin Supervisi, Membaca langsung (Directed Reading), Mengikuti Kursus, Organisasi Jabatan (Professional Organizations), Labotarium Kurikulum (Curriculum Laboratory), Perjalanan Sekolah untuk anggota Staf (Field Trips).
Teknik supervisi kelompok adalah satu cara melaksanakan program supervisi yang ditujukan pada dua orang atau lebih. Guru-guru yang diduga sesuai dengan analisis kebutuhan, memiliki masalah atau kebutuhan atau kelemahan-kelemahan yang sama dikelompokkan atau dikumpulkan menjadi satu/bersama-sama. Kemudian pada kelompok ini diberikan layanan supervisi sesuai dengan permasalahan atau kebutuhan yang dihadapi.
Teknik supervisi kelompok ada beberapa diantaranya adalah:
1)      Kepanitiaan-kepanitiaan
2)      Kerja kelompok
3)      Laboratorium kurikulum
4)      Baca terpimpin
5)      Demonstrasi pembelajaran
6)      Darmawisata
7)      Kuliah/studi
8)      Diskusi panel
9)      Perpustakaan jabatan
10)    Organisasi professional
11)    Bulletin supervisi
12)  Pertemuan guru.
13)  Lokakarya atau konferensi kelompok.
  1. Langkah-langkah pembinaan kemampuan Guru
Ada beberapa langkah pembinaan kemampuan guru melalui supervisi akademik, yaitu: (1) menciptakan hubungan-hubungan yang harmonis; (2) analisis kebutuhan; (3) mengembangkan strategi dan media; (4) menilai, dan (5) revisi.
2.      Menciptakan Hubungan yang Harmonis
Langkah pertama dalam pembinaan keterampilan pembelajaran guru adalah menciptakan hubungan yang harmonis antara pengawas dan guru, serta semua pihak yang terkait dengan program pembinaan keterampilan pembelajaran guru. Dalam upaya melaksanakan supervisi akademik diperlukan kejelasan informasi antar personil yang terkait. Tanpa adanya kejelasan, maka guru akan bingung, tidak tahu apa yang diharapkan oleh kepala sekolah, dan meyakini bahwa tujuan pokok dalam pengukuran kemampuan guru, sebagai langkah awal setiap pembinaan keterampilan pembelajaran melalui supervisi akademik. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi guru yang baik dan kurang terampil dala mengajar.
Untuk mewujudkan penciptaan hubungan yang harmonis diperlukan komunikasi yang efektif. Dalam komunikasi yang efektif memiliki sejumlah prinsip yang harus diterapkan oleh kepala sekolah, yaitu:
1)   Berbicara sebijaksana dan sebaik mungkin.
2)   Ikutilah pembicaraan orang lain secara seksama.
3)   Ciptakan hubungan interpersonal antar personil.
4)   Berpikirlah sebelum berbicara.
5)   Ikutilah norma-norma yang berlaku pada latar sekolah.
6)   Usahakanlah untuk memahami pendapat orang lain.
7)   Konsentrasikan pada pesanmu, bukan pada dirimu sendiri.
8)   Kumpulkan materi untuk mengadakan diskusi bila perlu.
9)   Persingkat pembicaraan.
10) Ciptakan ketindaksanggupan
11) Bersemangatlah.
12) Raihlah sikap orang lain untuk membantu program.
13) Berkomunikasilah dengan “eye communication”.
14) Selalu mencoba.
15) Jadilah pendengar yang baik.
16) Ketahuilah kapan sebaiknya berhenti berkomunikasi.
3.      Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan sebagai langkah kedua dalam pembinaan keterampilan pengajaran guru. Secara hakiki, analisis kebutuhan merupakan upaya menentukan perbedaan antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipersyaratkan dan secara nyata dimiliki. Dalam rangka memenuhi prinsip ini diperlukan analisis kebutuhan tentang keterampilan pengajaran guru yang harus dikembangkan melalui supervisi pengajaran. Untuk melaksanakan kegiatan ini menggunakan langkah-langkah menganalisis kebutuhan sebagai berikut:
a.    Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan atau masalah-masalah pendidikan-perbedaan (gap) apa saja yang ada antara pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang nyata dimiliki guru dan yang seharusnya dimiliki guru? Perbedaan di kelompok, disintesiskan dan diklarifikasi.
b.    Mengidentifikasi lingkungan dan hambatan-hambatannya.
c.    Menetapkan tujuan umum jangka pangjang.
d.    Mengidentifikasi tugas-tugas manajemen yang dibutuhkan fase ini, seperti keuangan, sumber-sumber, perlengkapan dan media.
e.    Mencatat prosedur-prosedur untuk mengumpulkan informasi tambahan tentang pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki guru. Pergunakanlah teknik-teknik tertentu, seperti; mengundang konsultan dari luar sekolah, wawancara, dan kuesioner.
f.      Mengidentifikasi dan mencatat kebutuhan-kebutuhan khusu pembinaan keterampilan pembelajaran guru. Pergunakanlah kata-kata perilau atau performasi.
g.    Menetapkan kebutuhan-kebutuhan pembinaan keterampilan pembelajaran guru yang bias dibina melalui teknik dan media selain pendidikan.
h.    Mencatat dan member kode kebutuhan-kebutuhan pembinaan keterampilan pembelajaran guru yang akan dibina melalui cara-cara lainnya.




4.      Alat Supervisi
Agar kegiatan supervise lebih lancar, dibutuhkan alat- alat yang dapat membantu supervise pendidika, untuk mempercepat pertumbuhan kecakapan dan kemampuan guru dalam menguasai profesi masing- masing. Antara lain :
1.    Perpustakaan, sebqgai sumber informasi yang penting dalam menumbuhkan professional personil sekolah.
2.    Bulletin Supervisi, merupakan alat komunikasi yang sangat efektif yang berisi pengumuman, berbagai penelitian, dan resensi buku baru.
3.    Pengembangan kurikulum, memberikan kesempatan kepada guru untuk terlibat lebih jauh dalam perencanaan kurikulum.
4.    Penasehat ahli, orang yang dipercaya oleh kepala sekolah untuk memberikan bantuan dalam menyelesaikan masalah- masalah yang dihadapi para guru.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar