Minggu, 25 November 2012

Teori Piaget



1.      Apa ?
Jean Piaget (1896-1980) dikenal dengan teori perkembangan intelektual yang menyeluruh  yang mencerminkan adanya kekuatan antara fungsi biologi dan psikologis. Piaget menerangkan inteligensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi terhadap  lingkungan.
            contoh: manusia tidak mempunyai mantel berbulu lembut untuk melindunginya
                          dari dingin; manusia tidak mempunyai kecepatan untuk lari dari hewan
                          pemangsa; manusia juga tidak mempunyai keahlian dalam memanjat
                          pohon. Tapi manusia memiliki kepandaian untuk memproduksi pakaian   
                          dan kendaraan untuk transportasi.
Menurut Piaget (1983), inteligensi dapat dilihat dari 3 perspektif berbeda:

1. Isi
Merupakan materi kasar. Karena Piaget kurang tertarik pada apa yang anak-anak ketahui, tapi lebih tertarik dengan apa yang mendasari proses berpikir. Piaget melihat “isi” kurang penting dibanding dengan struktur dan fungsinya. Bila isi adalah “apa” dari inteligensi, sedangkan “bagaimana” dan “mengapa” ditentukan oleh kognitif atau intelektual.

2. Struktur
Struktur dan organisasi terdapat di lingkungan, tapi pikiran manusia lebih dari meniru struktur realita eksternal secara pasif. Interaksi pikiran manusia dengan dunia luar,mencocokkan dunia ke dalam “mental framework” nya sendiri. Struktur kognitif merupakan mental framework yg dibangun seseorang dengan mengambil informasi dari lingkungan dan menginterpretasikannya, mereorganisasikannya serta mentransformasikannya (Flavell, Miller dan Miller, 1993). 2 hal penting yang harus diingat tentang membangun struktur kognitif:

·         seseorang terlibat secara aktif dalam membangun proses.
·         lingkungan dimana seseorang berinteraksi penting untuk perkembangan struktural.

Piaget tidak melihat struktur kognitif sebagai mekanisme biologis lahiriah. Dia tidak percaya bahwa anak-anak memasuki dunia dengan “piranti dasar” untuk memahami realita. Anak-anak secara perlahan dan bertahap membangun cara pandang mereka sendiri terhadap realita. Pembentukan struktur kognitif mulai pada awal kehidupan, segera setelah bayi mulai memiliki pengalaman dengan lingkungan. Tapi bukankah seorang bayi yang baru lahir belum memiliki pengalaman apapun terhadap lingkungan??? Piaget percaya bahwa seorang bayi yang tidak berpengalaman penuh memiliki struktur yang sudah terbentuk yang memprogramkan mereka untuk dan berinteraksi dengan lingkungan  ini yang disebut struktur fisik, seperti sistem syaraf dan otak manusia serta organ-organ sensorik spesifik. Dan reflek-reflek yang disebut sebagai “automatic behavioral reactions”. Bayi melatih struktur-struktur ini dalam interaksi dengan lingkungan dan memulainya dengan segera untuk mengembangkan struktur kognitif.




3. Fungsi

Suatu proses dimana struktur kognitif dibangun. Semua organisme hidup yg berinteraksi dgn lingkungan mempunyai fungsi melalui proses organisasi & adaptasi. Organisasi cenderung untuk mengintegrasi diri & dunia ke dalam suatu bentuk dari bagian2 menjadi satu kesatuan yg penuh arti. sebagai suatu cara utk mengurangi kompleksitas.
 Adaptasi terhadap lingkungan terjadi dalam 2 cara:

·         organisme memanipulasi dunia luar dengan cara membuatnya menjadi     serupa dgn dirinya  proses ini disebut dengan asimilasi.
·         organisme memodifikasi dirinya sehingga menjadi lebih menyukai  lingkungannya proses ini disebut akomodasi.

Asimilasi mengambil sesuatu dari dunia luar dan mencocokkannya ke dalam struktur yang sudah ada. Contoh: manusia mengasimilasi makanan dengan membuatnya ke dalam komponen nutrisi, makanan yg mereka makan menjadi bagian dari diri mereka. Ketika seseorang mengakomodasi sesuatu, mereka mengubah diri mereka sendiri untuk memenuhi kebutuhan eksternal. Contoh: tubuh tdk hanya mengasimilasi makanan tapi juga mengakomodasikannya dengan mensekresi cairan lambung untuk menghancurkannya dan kontraksi lambung mencernanya secara involunter.

Piaget mengaplikasikan proses asimilasi dan akomodasi terhadap intelektual seperti terhadap proses fisik. Anak-anak mengasimilasi ide-ide baru, “food for thought”dengan mencocokkannya ke dalam struktur kognitif yang sudah ada dan mengakomodasikan ide-ide tersebut dengan mengubah struktur kognitif mereka dalam meresponsnya. Bila idenya baru dan struktur kognitif perlu untuk membuatnya berarti, anak-anak akan membuatnya sebagai bagian dari proses pikir mereka dan akan mengubah cara berpikir mereka dlm meresponsnya. Perkembangan intelektual tidak akan terjadi bila ide-ide anak-ana itu dikenal sudah diasimilasi atau bila mereka melanjutkan struktur tersebut untuk asimilasi.

2.    Bagaimana?
Perkembangan Sensorimotor (Lahir Usia1½ Tahun)
Pandangan Piaget pada bayi didapat secara primer dari observasi dan eksperimen sederhana terhadap 3 anaknya sendiri selama 2 tahun pertama kehidupan mereka. Perilaku Jacqueline kecil, Lucienne kecil dan Laurent kecil membuat Piaget percaya bahwa bentuk paling dini dari inteligensi adalah sensorik dan fisik alami dari bayi s/d 1½ tahun disebut tahap sensorimotor dari perkembangan. Apa sebenarnya inteligensi sensorimotor itu?? Biasanya inteligensi dikonsepkan sebagai aktivitas mental mengingat pengalaman-pengalaman yang pernah kita alami, kita pikirkan, melatih mencari solusi dari suatu masalah secara kejiwaan, membentuk citra mental terhadap realita tapi Piaget menekankan bahwa inteligensi dapat sebagai fisik juga. Sensorimotor berarti tahu benda itu seperti apa dan atau suaranya seperti apa, tahu bagaimana memanipulasi objek. Batasan yg jelas dari fungsi sensorimotor bahwa tidak mengingatkan bayi tentang masa lalu, mengantisipasi masa depan, membentuk mental images dari objek atau merefleksikannya pada pengalaman-pengalaman mereka. (Mandler, 1990). Piaget percaya bahwa bayi tidak memiliki kesadaran bahwa dunia terlepas dari kegiatan mereka what is out of sight is also out of mind.

Skema
Meski bayi tidak dapat mengkonseptualisasi, tapi mampu mengorganisasi kegiatan dan “intelligent looking”  disebut skema.  Sensorimotor ekuivalen dengan konsep, Skema-skema menunjukkan kecenderungan organisasi dimana Piaget menjelaskannya sebagai karakteristik semua organisme hidup.  Contoh: bayi baru lahir akan menghisap tanpa Pilih-pilih semua benda yang dimasukkan ke dalam mulutnya sejalan dengan waktu dan pengalaman, bayi akan lebih selektif dan menghisap hanya bila sesuai seperti bila ada puting ibu. Selektivitas ini mengindikasikan suatu kecenderungan untuk mengorganisasi dunia, juga mengindikasikan adaptasi terhadap lingkungan, karena bayi mengasimilasi Pengalaman-pengalaman baru dan mengakomodasi perilaku selanjutnya.

Sensorimotor Stages

Substage 1(Lahir Usia 1 Bulan)
Aktivitas utama: melatih refleks-refleks. Variasi-variasi kecil pada perilaku refleksif dapat terjadi karena interaksi lingkungan.

Substages 2 (Usia 1 – 4 Bulan)
Meski skema-skema individual terus berkembang, pada akhir substage ini terdapat bukti koordinasi dari skema-skema. Contoh koordinasi: menghisap – meraih  merupakan skema yg terbentuk paling baik pada substage ini. Orangtua sering memperhatikan semua yang diraih oleh bayi-bayi mereka dibawa masuk ke dalam mulut untuk dihisap. Bayi akan berusaha untuk meraih apapun untuk di masukkan ke dalam mulutnya. Gambaran penting pada substage ini, adalah primary circular reaction secara kebetulan bayi menemukan pengalaman sensorik atau motorik yang menarik yang dikaitkan dengan tubuhnya yang selanjutnya diulangi lagi.

Substage 3(Usia 4 – 8 Bulan)
Selama substage ini koordinasi skema-skema terus berlanjut dan reaksi sirkuler terlihat pada substage 2 dalam dimensi baru. Aktivitas-aktivitas berulang yg diorientasikan terhadap tubuh mereka sendiri. Bayi melatih skema2 sensorimotor mereka, lebih tertarik pada kegiatan mereka sendiri daripada terhadap benda-benda untuk kegiatan tersebu. Mereka lebih tertarik pada pengalaman meraih daripada benda yang diraihnya. Pada substage 3 ini  bayi tertarik pada efek dari kegiatan mereka terhadap dunia luar. Dlm usaha utk memperpanjang pengalaman menarik dari kegiatan mereka, bayi menunjuk kan secondary circular reaction, perilaku yang diulang-ulang dengan efek yang menyenangkan terhadap lingkungannya.

Substage 4(Usia 8 – 12 Bulan)
Substage ini merupakan aktivitas yang benar-benar terencana dan bertujuan.
Saat ini bayi akan mengaktivasi 1 skema untuk tujuan tertentu dalam menghasilkan yang lainnya dimana bayi akan mendorong ke samping suatu obyek untuk tujuan meraih sesuatu di belakangnya.

Substage 5 (Usia 12 – 18 Bulan)
Pada tahun ke2 kehidupan, anak akan berperilaku secara intesional dan mengkoordinasi skema-skema yang tidak berkaitan. Pada substage 3 bayi akan mengulangi suatu kegiatan dalam usaha untuk memperpanjang pengalaman yang menarik. Pada substage 5 terdapat pengulangan tapi juga terdapat suatu usaha untuk memvariasikan aktivitas sebagai ganti dari pengulangan sederhana.
perilaku ini disebut tertiary circular reaction. Anak-anak menikmati hal-hal yang baru dan mencari cara baru untuk menghasilkan pengalaman yang menarik.

Substage 6(Usia 18 – 24 Bulan)
Substage 5  menandai akhir dari tahap sensorimotor karena pada usia 1,5 thn
Anak-anak mulai terlibat dgn representational thinking. Mereka dapat menggunakan simbol-simbol, tidak dibatasi lagi dalam inteligensi untuk aktivitas sensorimotor.  Substage 6  dapat dianggap sebagai suatu periode transisional antara inteligensi sensori motor & preoperasional.

3.    Mengapa?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar